5. SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
“Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa, sebelum bangsa itu merobah nasibnya sendiri”. Firman Tuhan inilah gitaku, firman Tuhan inilah menjadi gitamu . . .” (Soekarno)
- Buku SEO Terbaik
- Buku Rahasia Cara Buat Website Harga Jutaan
- Buku ChatGPT Untuk Digital Marketing
- Buku Google Ads Untuk Pemasar Digital
- Buku Filmora Solusi Belajar Editing Video
- Buku Editing Video di Andoid
Buku Bagus:
Sila kelima ini adalah merupakan buah / hasil penjabaran dari sila-sila sebelumnya, kita tidak akan mungkin dapat memetik buah Keadilan Sosial Bagi seluruh Rakyat Indonesia tanpa menterjemahkan 4 sila sebelumnya ke dalam kehidupan sehari-hari.Pembangunan yang kita buat saat ini seperti jalan-jalan, rumah sakit, sekolah dan fasilitas umum lainnya tidak berkiblat pada Pancasila, pembangunan tersebut tidak dijiwai oleh Pancasila, namun berkiblat murni pada kepentingan jasmani, pada kepentingan pembangunan yang berdasarkan hasrat ekonomi semata, sehingga kemudian terlupakan pembangunan jiwa manusia Indonesia yang sudah dijelaskan panjang lebar pada sila-sila sebelumnya yang justeru merupakan inti dari pembangunan bangsa dan negara Indonesia.
Oleh karenanya kita semua sebagai warga negara republik Indonesia harus berupaya dengan keras merubah diri kita, merubah pola pikir kita agar kembali kepada sila-sila yang terkandung di dalam Pancasila, agar kita semua sebagai warga negara republik Indonesia dapat memetik buah dari kerja keras yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Saat ini kita semua bekerja keras namun kerja keras untuk apa? hanya untuk kepentingan diri sendiri, keluarga dan golongan. Kita sudah tidak lagi bekerja keras sebagai suatu bangsa, melainkan hanya sebagai individu-individu untuk mencukupi kebutuhan dan kehendak pribadi, keluarga dan golongan saja. Dengan bekerja keras seperti itu kita tidak akan pernah dapat merasakan apa yang kita sebut dengan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Kita terlebih dahulu harus menjabarkan 4 sila yang terkandung di dalam Pancasila :
- SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA
- SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
- SILA PERSATUAN INDONESIA
- SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
Baru kemudian kita akan memetik buah kerja keras kita dengan merasakan : KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
Kita dapat melihat apa yang terjadi pada korban lumpur lapindo, mereka adalah korban dari semangat bisnis yang tidak dijiwai oleh Pancasila dan hingga kini korban masih terkatung-katung nasibnya dan Negara pun tidak mampu berbuat apa-apa karena negara sendiri juga sudah tidak lagi menjiwai dan dijiwai oleh Pancasila, sehingga apa yang kita sebut dengan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia hanyalah merupakan mimpi yang masih jauh dari terwujud, karena kita sudah melenceng terlalu jauh dari track Pancasila yang kita sepakati sebagai pondasi negara.
Apa yang kita lihat di teve-teve tentang ambruknya atau rusak parahnya sekolah-sekolah adalah merupakan dampak dari tidak dijabarkannya Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari sehingga pembangunan hanya berorientasi kepada materi dan keuntungan ekonomi semata, sehingga terlupakan apa yang menjadi kebutuhan dasar sebuah negara yaitu pendidikan. Kalau pun kemudian pendidikan dibicarakan, pokok pembicaraannya tidak akan jauh-jauh dari unsure ekomoni dan perdagangan untuk mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga hasil (output) pendidikan itu sendiri tidak pernah mendapat perhatiaan. Para siswa pun memiliki pemikiran instan yaitu sekolah hanya untuk mendapatkan ijasah agar mudah untuk mendapatkan pekerjaan.
Antrian demo para pekerja yang menuntut haknya adalah juga merupakan dampak dari tidak dijalankannya Pancasila, para pengusaha hanya berorientasi pada keuntungan semata, mereka lupa jika tidak ada pekerja siapa yang akan menjalankan perusahaannya tersebut. Namun deretan antrian yang sangat panjang para lulusan baru sekolah yang mencari pekerjaan adalah merupakan sebuah jaminan bagi pengusaha untuk tidak mengkhawatirkan tenaga kerja, hilang 1 mudah cari 10 lagi, sehingga mereka sewenang-wenang terhadap pekerja. Para pekerja pun tidak memiliki pilihan lain, karena mereka tidak dibekali keahlian untuk berwirausaha, karena pendidikan yang diberikan di bangku sekolah dan kuliah hanya sebatas text saja.
Semua kekisruhan dan kesulitan hidup dan berkehidupan adalah merupakan kesalahan kita semua sebagai suatu bangsa yang melupakan akar budayanya sendiri, yang mengingkari DNA bangsanya sendiri. Satu-satunya solusi agar kita semua sebagai suatu bangsa kembali ke Pancasila dan menjabarkan sila-sila Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari. Semoga sebagai suatu bangsa kita menyadari akan hal ini sebelum terlambat, semoga Tuhan Yang Maha Esa adanya memberikan kita dengan kesadaran, semoga!
KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA adalah merupakan harapan bagi kita semua, namun harapan akan menjadi sebuah harapan tanpa kerja keras. Mari kita semua kerja keras untuk mengembalikan Pancasila ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mari kita semua duduk dan bermusyawarah untuk bermufakat menyelesaikan permasalahan bangsa. Seperti apa yang dikatakan bung Karno “Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa, sebelum bangsa itu merobah nasibnya sendiri”. Firman Tuhan inilah gitaku, firman Tuhan inilah menjadi gitamu . . .”
Mari kita semua berubah. . . .
Selesai untuk di disini, namun pada dasarnya penjabaran tentang Pancasila tidak pernah selesai. . . . . . . . .
=
Salam Indonesia!!!
Jakarta, 12 Juni 2011
Daftar Pustaka
Sebuah Refleksi Sejarah INDONESIA JAYA – Anand Krishna – PT. One Earth Media
Indonesia Under Attack ! – Anand Krishna – PT. One Earth Media
Indonesia Baru – Anand Krishna – PT. One Earth Media
Semua buku tersebut dapat dibeli secara online di : http://www.booksindonesia.com
Butuh Hosting Murah?
Dapatkan Paket Hosting Murah Untuk Kebutuhan Bisnis Online, Harga Mulai Dari RP. 100 RIBU per tahun [Hosting Murah]
Jasa Pembuatan Website Murah?
Butuh Website? Dapatkan Paket Pembuatan Website Murah Harga Mulai Rp. 299 RIBU. Sudah Berpenglaman Sejak Tahun 2007, Dengan Jumlah Klien Dari Jakarta Hingga Papua [Web Design Murah]Related Posts via Categories











